Perikanan
Mata pencaharian terbesar di Desa Kote: 125 warga bekerja sebagai nelayan, ditambah 11 buruh nelayan. Desa Kote memiliki satu-satunya pelabuhan di Kecamatan Singkep Pesisir, tempat singgah kapal angkutan barang.
Pemerintah Desa Kote — formulir "Permintaan Data Profil Seluruh Desa se-Kecamatan Singkep Pesisir", data 2024
Pertanian & perkebunan
97 warga bekerja sebagai petani atau pekebun, ditambah 5 buruh tani.
Pemerintah Desa Kote — formulir "Permintaan Data Profil Seluruh Desa se-Kecamatan Singkep Pesisir", data 2024
Usaha mandiri warga
123 warga hidup dari wiraswasta — jumlah terbesar kedua setelah perikanan. Desa Kote juga tercatat sebagai desa dengan industri mikro terbanyak di kecamatannya.
Pemerintah Desa Kote — formulir "Permintaan Data Profil Seluruh Desa se-Kecamatan Singkep Pesisir", data 2024
Zapin Kote
Tarian Zapin Melayu yang tumbuh dan berkembang di Desa Kote, dan tercatat sebagai warisan budaya takbenda Indonesia. Gerakannya lebih energik dibanding zapin lain — langkah kaki lebih lebar, disertai loncatan dan penekanan pada tiap gerak.
Zapin masuk ke Kote sekitar 1920–1930-an, dibawa Raja Muhammad dan Raja Muhammad Sumbing dari Daik. Salah seorang muridnya, Muhammad Yasin, meneruskan mengajarkannya kepada warga desa. Tariannya diiringi gambus dan marwas, dengan lagu-lagu bermuatan sejarah dan pesan moral.
Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau dan Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepulauan Riau. Mohon diperiksa dan dilengkapi perangkat desa.
Pulau Serang
Objek wisata Desa Kote, ramai secara musiman.
Pemerintah Desa Kote — formulir "Permintaan Data Profil Seluruh Desa se-Kecamatan Singkep Pesisir", data 2024
Perlombaan sampan layar
Perlombaan sampan layar digelar secara musiman dan tercatat sebagai objek wisata desa.
Pemerintah Desa Kote — formulir "Permintaan Data Profil Seluruh Desa se-Kecamatan Singkep Pesisir", data 2024